Purnama Indah Demokrasi
Purnama Indah Demokrasi.
Tatkala metropolitan tak lagi ada purnama
Tatkala semuanya tak lagi rindu tipu metropolitan
Beranda gubuk gunung belajar dalam senandung sepi
………………..dalam purnama indah. Yang tak bertepi
Ada sebersit sinar menawan dalam detak detak bintang
………………….dicelah celah purnama yang tak berdentang
Indah nian purnamaku………………………………………………
Mungkinkah belalang malam yang mulai layu
Menikmati purnamaku bersama bintang
……………..Dalam dan dalam sekali dalam pancaran hatiku
……………..Indahnya purnama alam.
Ow wejang eyang……. tak seindah purnama demokrasi
sasitoedie
Demokrasi Dan Mimpi Anak Tiri
Demokerasi Dan Impian Anak Tiri
Ketika Anak Tiri Mulai Berdiri
Mulai merindukan belaian kasih abadi, dan
Mulai mengeja kata
Mulai mengiya kata
Terbersit eja iya
Iya …….. tatkala dalam sanubari bernyanyi
Iya ………tatkala dalam kemurnian diri
Iya ………tatkala setiap mata memandang bukan anak tiri
Mana kala eyang menembangkan tembang tembang ….demokrasi..
Pada telinga kiri anak tiri ……….tembang yang sekali merdu , merdu sekali.
Ananda tiri hanya sekali bermimpi datangnya tembang lalu nan merdu………….
Eyang telah berlalu ……….Mimpipun berlalu.
Sekali menatap mimpi, ….anak tiri terlelap dalam sunyi
Terlelap dalam angin lalu, …..mimpipun tak bertemu lagi………………..
Anak tiri melamun……..dan bermimpi
Dalam dekapan eyang yang takkan pernah kembali
Terlelap dalam tembang tembang demokrasi.
Sasitoedie
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- Januari 2009 (6)
- Desember 2008 (1)
- November 2008 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS