Puisi Demokrasi
Demokrasi Dan Kolusi
Demokrasi menjadi harapan
Laksana harapan datangnya senja setiap pagi.
Atau datangnya pagi disenja hari.
Dan yang ketika tengah hari atau malam hari
Tercabik cabik oleh berbagai mimpi demokrasi
Yang terlahir oleh berbagai kolusi.
Kolusi yang beratas nama demokrasi.
Kolusi yang beratas nama hak asasi
Kolusi yang beratas nama koalisi.
Kolusi yang beratas nama aspirasi
Kolusi yang beratas nama instansi
Kolusi yang beratas nama inspirasi
Kolusi yang beratas nama berlreasi
Kolusi yang beratas nama toleransi
Kolusi yang beratas nama persepsi
Kolusi yang beratas nama ……..berkreasi
Kolusi yang beratas nama………keselamatan sejati.
Kolusi yang beratas nama………teman sejati
Kolusi yang beratas nama …….. pentol korek api
Kolusi yang beratas nama ………amunisi
Kolusi yang beratas nama ………amunisi dan korek api
……………………..dan demokrasi , kolusi saling beraksi.
……………………..menjadi api .
Api yang membakar, meluluhlantakkan demokrasi.
Akankah …………..kamu biarkan kebodohan dirimu
Menjadi guru abal abal demokrasi.
Diatas tembol tembok tak berfondasi yang diantaramu
……….dasi dasi yang tak berfungsi.
……….dan yang selalu menjadi abal abal demokrasi.
Bdg 1 Januari 2009
Sasito Edie
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- Januari 2009 (6)
- Desember 2008 (1)
- November 2008 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS